My status

Suncream Sumbawa Oil

Apa sih Suncream Sumbawa Oil itu ? Suncream adalah obat gosok multi khasiat yang memiliki kelebihan : 1. Panas meresap hingga ke tulang, bekerja memperbaiki jaringan syaraf/ otot 2. Panas lebih lama dari pada obat gosok yang beredar di pasaran...baca selanjutnya..

Propolis Golden

Propolis Golden 1 Pack Isi 7 Tube Harga Jual Eceran Rp. 80.000 / Tube

Syamil Dates Honey

Khasiat :Mencerdaskan otak anak, meningkatkan stamina dan imunitasnya, membantu pemulihan saat DBD, Menambah nafsu makan dan melancarkan pencernaannya, menurunkan demam panas tinggi, membantu menyembuhkan batuk, pilek dan radang tenggorokan, mencegah kejang-kejang,meningkatkan pertumbuhan otot dan tulang, anti leukemia, membantu menyembuhkan amandel, sariawan, asma, TBC, Flek paru-paru, kanker Usus,Cacingan, sembelit, dll.

Jahe Merah Karomah Plus Susu

Jahe Merah Karomah instant adalah suatu produk minuman suplemen yang berbahan dasar herbal seperti Jahe Merah, Sambiloto, Kayu Secang, Habbatussauda, Buah Mahkota Dewa, Madu, Ginseng, Creamer Dan Gula Aren, sehingga menghasilkan sebuah rasa yang mantap, tidak pahit, hangat dan menyegarkan, Diproses dengan kristalisasi sehingga menghasilkan serbuk, dan nyaris tanpa ampas, berbeda dengan produk - produk jahe instant yang ada yang mengandung banyak ampas

Lamandel Anti Amandel Anak

Herbal Lamandel Untuk Mengatasi Amandel Anak Anda Kini Hadir Herbal Standar Untuk Atasi Amandel Anak Anda !!

Tampilkan postingan dengan label Lajangiyyun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lajangiyyun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Hiburan untuk Lajangiyyun 3

it's an information blog

TIPS DAN TRIK MENJEMPUT JODOH (3)

Terwujudnya sebuah harapan bergantung setelah Allah kepada usaha, dengan usaha yang jauh menjadi dekat, yang sulit diraih menjadi mudah, yang sepertinya tidak mungkin menjadi mungkin. 

Pola Hidup Sehat 

Pernikahan menyeret kewajiban dan tanggung jawab, nafkah lahir dan batin bagi laki-laki adalah salah satunya dan modal utama dalam hal itu adalah kesehatan. Ya jelas, mana mungkin seorang suami atau istri bisa menunaikan kewajiban itu bila dia tidak memiliki modal kesehatan. 

Dalam taraf memilih, seseorang akan menomorsatukan sesuatu yang sehat dan meninggalkan sesuatu yang cacat, bila seseorang mengetahui pilihannya sakit, maka mungkin dia akan membatalkannya. Ketampanan atau kecantikan menjadi kurang berarti saat pemiliknya tidak sehat. Tidak keliru, karena bagaimana pun mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. 

Dari sini perlunya seseorang yang sehat menjaga kesehatannya dengan cara-cara yang tidak menganggu ibadahnya dan bagi yang sakit, hendaknya tidak malas untuk berobat, karena ‘daya jual’ seorang pemuda atau gadis yang sakit-sakitan jelas pasti menurun. Pria lebih memilih gadis yang sehat sekalipun kurang cantik daripada gadis yang cantik tetapi tidak sehat dan sebaliknya. 

Berdoa 

Usaha sebatas kemampuan sudah dilakukan, maka kuatkanlah usaha Anda dengan doa, karena doa juga termasuk usaha, bahkan bisa jadi prosentase keberhasilannya lebih lebar, pilih waktu-waktu mustajab, lengkapi diri dengan sebab-sebab doa mustajab, dan boleh juga meminta doa kepada orang yang dikira shalih dan bertakwa. 

Jangan Putus Asa 

Usaha sudah, doa pun sudah, tetapi belum ada hasil, lalu bagaimana? Waktu tidak berjalan mundur. Setahun, dua tahun bahkan lebih telah berlalu, tetapi mana buahnya? Tak masalah, kembalikan masalah kepada pengaturnya, tidak perlu disergap sikap putus asa. Di balik segala sesuatu terkandung hikmah dari pengaturnya, cobalah untuk lebih bersabar dan berusaha menyingkap hikmah tersebut, siapa tahu ia adalah kebaikan Anda dan semestinya demikian.

Hiburan untuk Lajangiyyun 2

it's an information blog

TIPS DAN TRIK MENJEMPUT JODOH (2)

Kalau Anda sudah bersuami atau beristri, barangkali Anda kurang tertarik dengan judul ini, gak masalah karena bukan kepada Anda makalah ini saya tulis, akan tetapi untuk yang belum berjodoh, atau yang sudah beristri namun masih ingin matsna atautsulatsa atau ruba’a. 

Orang-orang berkata, “Jodoh di tangan Allah.” Tidak salah, tetapi bukan berarti pasrah, berpangku tangan, nrimo ing pandum, sebaliknya harus diupayakan, ikhtiar sebatas kemampuan dan meyakini bahwa dengan ikhtiar sungguh-sungguh jodoh akan mendekat bahkan diambang pintu. 

Aktif Bergaul 

Kurang pergaulan termasuk salah satu sebab seseorang sulit dan jauh jodoh. Seseorang boleh cantik, boleh shalih, boleh tampan, tetapi kalau hidup di hutan sendirian, sehingga tidak ada yang tahu tentangnya, siapa yang mau dengannya? Tahu saja nggak. Sebaliknya ada seseorang yang biasa-biasa saja, tampang mepet, rizki ala kadarnya, namun karena dia aktif dan supel, dan Allah mentakdirkan, jodohnya pun mudah. 

Banyak manfaat dari keaktifan seseorang dalam pergaulan, hanya saja tetap harus dipahami etika pergaulan syariat, jangan hanya karena ngejar jodoh lalu kaidah-kaidah syar’i di bidang ini dicampakkan, model pergaulan ikhtilath bukan pilihan baik, tidak bagus sebagai pintu jodoh, aktif dalam pengajian merupakan salah satu contoh pergaulan yang syar’i, ilmu bertambah, rekan pun bertambah. Tetapi lahan ini pun tidak steril dari penyimpangan, sebagian kalangan yang aktif di lahan orang organisasi dakwah mengambil kerja sambilan, berdakwah sambil berpacaran, sambil menyelam minum air, hatinya terasa gatal sekalipun sedang di lahan dakwah, sehingga dia pun ikut-ikutan rendang-rendeng dengan wanita yang bukan siapa-siapanya. Bukan teladan yang baik, karena sebenarnya dakwah ya dakwah saja, ikhlas, tidak usah diaduk dengan penyimpangan tindakan semacam itu. 

Termasuk aktif bergaul adalah membuka jalinan silaturrahim secara lebih intensif, meminta bantuan kerabat, teman dekat atau ustadz, ya namanya usaha asalkan halal, maksud saya tidak melanggar rambu-rambu syariat kan no problem, tidak perlu malu, karena malu itu semestinya dari sesuatu yang haram. Ikut biro jodoh? Itu juga termasuk usaha, tetapi pilih yang aturan mainnya syar’i. Semua itu termasuk ke dalam kriteria aktif bergaul yang semoga mempermudah jalan mendapatkan pasangan. 

Belajar 

Cantik atau tampan merupakan syarat orang-orang awam dalam memilih pasangan, namun bukan nomor satu di kalangan para shalihin dan shalihat, karena mereka ini menyadari sepenuhnya anjuran teladan mulia mereka, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, untuk mengedepankan agama di atas harta, nasab, kedudukan dan kecantikan. 

Belajar adalah pintu ilmu, laki-laki atau wanita yang berilmu karena mau belajar, insya Allah akan mudah jodohnya, sana-sini memintanya untuk menjadi menantunya. Memang belajar agama untuk mudah jodoh menafikan ikhlas dan itu tidak patut, tetapi orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya memiliki kedekatan kepada Allah dan kecintaan dariNya kepadanya, hal ini secara serta-merta membuka inayah (perhatian) dan pertolongan Allah kepada yang bersangkutan, salah satunya –siapa yang tahu- dalam urusan jodoh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kan sudah menyatakan bahwa menuntut ilmu memudahkan jalan ke surga, dan menikah dengan niat ibadah juga merupakan jalan ke surga, bisa dipastikan Allah akan memudahkan. 

Bersih Penampilan 

Berpenampilan rapih dan bersih tentu menarik hati orang yang melihat, berpenampilan kumal dan kotor tentu menyebalkan, lebih-lebih bila ditambah dengan BB (bau badan) yang naudzu billah, siapa yang dekat? 

Salah satu sebab penolakan lamaran laki-laki kepada wanita adalah karena si laki-laki tidak memperhatikan penampilan diri, padahal bila dia mau sedikit memoles diri dengan menyisir rambutnya, merapikan dan membersihkan pakaiannya, ditambah sedikit semprotan minyak wangi yang soft, bisa jadi hasil berbeda. 

Islam agama kebersihan, mengajak muslim dan muslimah untuk menjauh kotor, jorok dan bau, sebaliknya menjaga kebersihan, keindahan dan keharuman, jiwa manusia menyukai semua itu, tetapi Anda juga tidak perlu, dalam rangka ini, berpenampilan seperti orang-orang awam pada umumnya, lebih-lebih nyalon, tidak usah, buang-buang duit, israf yang dilarang. 

Penampilan yang paling bisa diandalkan adalah kemuliaan akhlak, tutur kata dan tindakan yang dilambari ilmu syar’i, Anda bisa bayangkan seseorang yang berbudi luhur, berilmu, kata-katanya terjaga, tindakannya terukur, sekalipun mungkin dari sisi ketampanan biasa-biasa saja, namun dengan kelebihannya di sisi yang lain, dia bisa menjadi luar biasa, menarik orang untuk menjalin suatu hubungan dengannya. Wallahu a’lam

Hiburan untuk Lajangiyyun 1

it's an information blog

Liat lajangiyyun manyun terus.. nih daripada manyun baca ini aja :

TIPS DAN TRIK MENJEMPUT JODOH (1)

Dimana Jodoh Kita?

Bukankah Allah telah menciptakan hidup ini berpasang-pasangan? Bukankah manusia, ada laki-laki dan ada wanita, dan keduanya hidup berpasangan? Bukankah jodoh seseorang telah ditetapkan oleh Allah? Jawaban darinya adalah memang demikian, namun pertanyaan selanjutnya, tetapi mengapa aku sulit jodoh? Umur semakin tua, usaha dan ikhtiar telah dilakukan, tapi mengapa jodoh kok masih sulit?

Sulit jodoh, memang sebuah problem, tetapi perlu disadari bahwa segala problem pasti memiliki jalan keluar dan bahwa seorang muslim atau muslimah tidak patut berputus asa dari rahmat Allah. Sebagaimana setiap problem pasti memiliki pemicunya, cobalah, sebelum mencari jalan keluarnya, untuk mencari sebab pemicunya, karena dari sinilah problem tersebut lahir, kalau pemicunya tidak ada, maka problemnya juga tidak ada bukan?

Banyak sebab seseorang sulit jodoh, bisa dari diri Anda sendiri, misalnya Anda sangat selektif, pilih-pilih, banyak kriteria, harus ini, harus itu dan seabrek syarat lainnya, Anda ingin meraih pasangan yang sempurna atau mendekati sempurna, akibatnya calon dengan kriteria yang Anda patok jarang ditemukan, selanjutnya peluang jodoh pun menyempit dan Anda pun jadi sulit jodoh.

Bisa juga karena faktor keluarga yang belum kunjung menyetujui dengan berbagai alasan, misalnya harus membantu keluarga dulu, harus menyekolahkan adik-adik, harus menunggu kakak yang belum laku dan sebagainya, sehingga hal itu memperlambat hadirnya pasangan bagi Anda.

Bisa juga kembali kepada fisik, jujur kita harus mengakui, secara umum masyarakat, anak-anak muda, para gadis dan para pemuda, masih menjadikan kecantikan dan ketampanan sebagai standar utama, padahal mungkin menurut Anda, kecantikan atau ketampanan tidak berpihak kepada Anda.

Bisa juga kembali kepada faktor kemapanan alias kekayaan, bila seseorang, lebih-lebih anak muda, sudah terlihat mapan, pekerjaannya menjanjikan duit gede, kantongnya tebal, ditunjang dengan kendaraan dan lainnya, maka daya jualnya semakin tinggi, peluang jodohnya lebar. Kepintaran juga bisa menjadi sebab dalam masalah ini, karena dalam batas-batas tertentu bisa dimaklumi, yang namanya bodoh tidak disukai oleh banyak orang.

Sekarang, cobalah menengok kepada diri Anda, barang kali salah satu sebab di atas ada pada diri Anda, bila ada, maka cobalah untuk mengatasinya terlebih dulu, karena sumber api harus dipadamkan bila Anda ingin api itu mati, jendela harus ditutup rapat bila Anda tidak ingin angin itu masuk.

Bila Anda terlalu selektif, pilih-pilih, maka cobalah ngalah sedikit, menurunkan standar, jangan tinggi-tinggi-lah, biar peluangnya terbuka lebih lebar, bukankah Agama mengajarkan untuk mengedepankan agama dibandingkan dengan kriteria lainnya? Ini satu sisi. Sisi lainnya, bila Anda mematok kriteria tinggi, maka cobalah untuk ngaca, melihat diri sendiri, pantaskah Anda menuntut kriteria itu? Dalam arti apakah Anda juga selevel? Kalau Anda menuntut kecantikan atau ketampanan, sementara Anda miskin di bidang kecantikan atau ketampanan, bukankah dengan itu Anda memposisikan diri sebagai pangeran kodok yang ingin mempersunting putri raja? Tahu diri sedikit lah.

Bila kendalanya adalah keluarga, maka atasilah kendala ini, coba berbicara kepada mereka, berusaha meyakinkan mereka, dan secara umum Anda lebih tahu situasi dan keadaan keluarga Anda, maka mestinya Anda lebih tahu bagaimana cara menghadapinya.

Untuk kendala penampilan, kurang cantik atau kurang tampan, maka tidak perlu berkecil hati, karena tidak semua orang berpandangan demikian, di samping itu kecantikan atau ketampanan adalah relatif, percaya diri saja, tidak perlu berkecil hati karena ini, karena masing-masing telah diberi kadar oleh Allah dan itulah yang terbaik, tidak ada salahnya bila Anda berupaya menutup ‘kekurangan’ di sisi ini dengan kelebihan di sisi lain, boleh jadi penampilan Anda kurang menarik, tetapi ketika misalnya Anda pandai, pintar atau memiliki sisi lain yang positif, tentu kekurangan tersebut akan tertutpi bukan?

Bila kendalanya adalah kemapanan, maka percayalah bahwa rizki ada di tangan Allah, Anda cukup berusaha semaksimal mungkin sebatas yang Anda mampu, selebihnya biar Allah yang mengatur, siapa tahu Allah menggantungkan kelapangan rizki Anda dengan menikah? Tidak sedikit orang yang rizkinya sempit sebelum menikah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya begitu dia menikah. Intinya tiada masalah yang tidak ada solusinya, termasuk masalah di mana jodoh Anda? Wallahu a’lam

Minggu, 08 Januari 2012

Pembunuh Ganas Itu Bernama "Kanker" (3)

it's an information blog

Cek Out! Dan Perangi!!

Untuk mendeteksi keberadaan kanker, beberapa metode dapat dilakukan, diantaranya, deteksi dini dengan Digital Infrared Imaging atau Pencitraan Inframerah Digital (PID). Teknik ini untuk memonitor kesehatan payudara dan leher rahim pada wanita terhadap adanya proses prakanker.

Tentang prinsip kerja PID, sederhana saja. Benda pada temperatur tertentu akan memancarkan radiasi gelombang electromagnet dari permukaan yang tidak kasat mata, dimana intensitas maksimum terjadi pada panjang gelombang daerah sinar inframerah. Aktivitas kimia dan aktivitas pembuluh darah didalam jaringan sekitar prakanker yang sedang tumbuh selalu lebih tinggi daripada jaringan normal. Maka dari itulah ia dapat
terdeteksi. Beberapa tes murah meriah dapat dilakukan sendiri dirumah. Misalnya, bagi wanita, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (bagi wanita) atau buah zakar bagi pria setiap bulan. Sederhana namun dapat membantu mendeteksi kanker secara dini.

Hal lainnya, memeriksa secara teratur adanya luka terbuka dimulut yang tidak sembuh - sembuh untuk mendeteksi kanker mulut pada stadium dini.

Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Tapi pada kenyataannya pengobatan konvensional sering kali kanker belum bisa diatasi secara total.

Disinilah peran tanaman obat/herbal mulai diandalkan. Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebabagi berikut:
1. Hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)
2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.
3. Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.
4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Tunggu kelanjutannya ya... di Herbacenter Subang..

Tips dan Trik Menjemput Jodoh kita (3)

it's an information blog

Terwujudnya sebuah harapan bergantung setelah Allah kepada usaha, dengan usaha yang jauh menjadi dekat, yang sulit diraih menjadi mudah, yang sepertinya tidak mungkin menjadi mungkin. 

Pola Hidup Sehat 

Pernikahan menyeret kewajiban dan tanggung jawab, nafkah lahir dan batin bagi laki-laki adalah salah satunya dan modal utama dalam hal itu adalah kesehatan. Ya jelas, mana mungkin seorang suami atau istri bisa menunaikan kewajiban itu bila dia tidak memiliki modal kesehatan. 

Dalam taraf memilih, seseorang akan menomorsatukan sesuatu yang sehat dan meninggalkan sesuatu yang cacat, bila seseorang mengetahui pilihannya sakit, maka mungkin dia akan membatalkannya. Ketampanan atau kecantikan menjadi kurang berarti saat pemiliknya tidak sehat. Tidak keliru, karena bagaimana pun mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. 

Dari sini perlunya seseorang yang sehat menjaga kesehatannya dengan cara-cara yang tidak menganggu ibadahnya dan bagi yang sakit, hendaknya tidak malas untuk berobat, karena ‘daya jual’ seorang pemuda atau gadis yang sakit-sakitan jelas pasti menurun. Pria lebih memilih gadis yang sehat sekalipun kurang cantik daripada gadis yang cantik tetapi tidak sehat dan sebaliknya. 

Berdoa 

Usaha sebatas kemampuan sudah dilakukan, maka kuatkanlah usaha Anda dengan doa, karena doa juga termasuk usaha, bahkan bisa jadi prosentase keberhasilannya lebih lebar, pilih waktu-waktu mustajab, lengkapi diri dengan sebab-sebab doa mustajab, dan boleh juga meminta doa kepada orang yang dikira shalih dan bertakwa. 

Jangan Putus Asa 

Usaha sudah, doa pun sudah, tetapi belum ada hasil, lalu bagaimana? Waktu tidak berjalan mundur. Setahun, dua tahun bahkan lebih telah berlalu, tetapi mana buahnya? Tak masalah, kembalikan masalah kepada pengaturnya, tidak perlu disergap sikap putus asa. Di balik segala sesuatu terkandung hikmah dari pengaturnya, cobalah untuk lebih bersabar dan berusaha menyingkap hikmah tersebut, siapa tahu ia adalah kebaikan Anda dan semestinya demikian. Wassalam. 

Tips dan Trik Menjemput Jodoh kita (2)

it's an information blog

Kalau Anda sudah bersuami atau beristri, barangkali Anda kurang tertarik dengan judul ini, gak masalah karena bukan kepada Anda makalah ini saya tulis, akan tetapi untuk yang belum berjodoh, atau yang sudah beristri namun masih ingin matsna atautsulatsa atau ruba’a. 

Orang-orang berkata, “Jodoh di tangan Allah.” Tidak salah, tetapi bukan berarti pasrah, berpangku tangan, nrimo ing pandum, sebaliknya harus diupayakan, ikhtiar sebatas kemampuan dan meyakini bahwa dengan ikhtiar sungguh-sungguh jodoh akan mendekat bahkan diambang pintu. 

Aktif Bergaul 

Kurang pergaulan termasuk salah satu sebab seseorang sulit dan jauh jodoh. Seseorang boleh cantik, boleh shalih, boleh tampan, tetapi kalau hidup di hutan sendirian, sehingga tidak ada yang tahu tentangnya, siapa yang mau dengannya? Tahu saja nggak. Sebaliknya ada seseorang yang biasa-biasa saja, tampang mepet, rizki ala kadarnya, namun karena dia aktif dan supel, dan Allah mentakdirkan, jodohnya pun mudah. 

Banyak manfaat dari keaktifan seseorang dalam pergaulan, hanya saja tetap harus dipahami etika pergaulan syariat, jangan hanya karena ngejar jodoh lalu kaidah-kaidah syar’i di bidang ini dicampakkan, model pergaulan ikhtilath bukan pilihan baik, tidak bagus sebagai pintu jodoh, aktif dalam pengajian merupakan salah satu contoh pergaulan yang syar’i, ilmu bertambah, rekan pun bertambah. Tetapi lahan ini pun tidak steril dari penyimpangan, sebagian kalangan yang aktif di lahan orang organisasi dakwah mengambil kerja sambilan, berdakwah sambil berpacaran, sambil menyelam minum air, hatinya terasa gatal sekalipun sedang di lahan dakwah, sehingga dia pun ikut-ikutan rendang-rendeng dengan wanita yang bukan siapa-siapanya. Bukan teladan yang baik, karena sebenarnya dakwah ya dakwah saja, ikhlas, tidak usah diaduk dengan penyimpangan tindakan semacam itu. 

Termasuk aktif bergaul adalah membuka jalinan silaturrahim secara lebih intensif, meminta bantuan kerabat, teman dekat atau ustadz, ya namanya usaha asalkan halal, maksud saya tidak melanggar rambu-rambu syariat kan no problem, tidak perlu malu, karena malu itu semestinya dari sesuatu yang haram. Ikut biro jodoh? Itu juga termasuk usaha, tetapi pilih yang aturan mainnya syar’i. Semua itu termasuk ke dalam kriteria aktif bergaul yang semoga mempermudah jalan mendapatkan pasangan. 

Belajar 

Cantik atau tampan merupakan syarat orang-orang awam dalam memilih pasangan, namun bukan nomor satu di kalangan para shalihin dan shalihat, karena mereka ini menyadari sepenuhnya anjuran teladan mulia mereka, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, untuk mengedepankan agama di atas harta, nasab, kedudukan dan kecantikan. 

Belajar adalah pintu ilmu, laki-laki atau wanita yang berilmu karena mau belajar, insya Allah akan mudah jodohnya, sana-sini memintanya untuk menjadi menantunya. Memang belajar agama untuk mudah jodoh menafikan ikhlas dan itu tidak patut, tetapi orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya memiliki kedekatan kepada Allah dan kecintaan dariNya kepadanya, hal ini secara serta-merta membuka inayah (perhatian) dan pertolongan Allah kepada yang bersangkutan, salah satunya –siapa yang tahu- dalam urusan jodoh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kan sudah menyatakan bahwa menuntut ilmu memudahkan jalan ke surga, dan menikah dengan niat ibadah juga merupakan jalan ke surga, bisa dipastikan Allah akan memudahkan. 

Bersih Penampilan 

Berpenampilan rapih dan bersih tentu menarik hati orang yang melihat, berpenampilan kumal dan kotor tentu menyebalkan, lebih-lebih bila ditambah dengan BB (bau badan) yang naudzu billah, siapa yang dekat? 

Salah satu sebab penolakan lamaran laki-laki kepada wanita adalah karena si laki-laki tidak memperhatikan penampilan diri, padahal bila dia mau sedikit memoles diri dengan menyisir rambutnya, merapikan dan membersihkan pakaiannya, ditambah sedikit semprotan minyak wangi yang soft, bisa jadi hasil berbeda. 

Islam agama kebersihan, mengajak muslim dan muslimah untuk menjauh kotor, jorok dan bau, sebaliknya menjaga kebersihan, keindahan dan keharuman, jiwa manusia menyukai semua itu, tetapi Anda juga tidak perlu, dalam rangka ini, berpenampilan seperti orang-orang awam pada umumnya, lebih-lebih nyalon, tidak usah, buang-buang duit, israf yang dilarang. 

Penampilan yang paling bisa diandalkan adalah kemuliaan akhlak, tutur kata dan tindakan yang dilambari ilmu syar’i, Anda bisa bayangkan seseorang yang berbudi luhur, berilmu, kata-katanya terjaga, tindakannya terukur, sekalipun mungkin dari sisi ketampanan biasa-biasa saja, namun dengan kelebihannya di sisi yang lain, dia bisa menjadi luar biasa, menarik orang untuk menjalin suatu hubungan dengannya. Wallahu a’lam. 

Tips dan Trik Menjemput Jodoh kita (1)

it's an information blog

Dimana Jodoh Kita?



Bukankah Allah telah menciptakan hidup ini berpasang-pasangan? Bukankah manusia, ada laki-laki dan ada wanita, dan keduanya hidup berpasangan? Bukankah jodoh seseorang telah ditetapkan oleh Allah? Jawaban darinya adalah memang demikian, namun pertanyaan selanjutnya, tetapi mengapa aku sulit jodoh? Umur semakin tua, usaha dan ikhtiar telah dilakukan, tapi mengapa jodoh kok masih sulit?

Sulit jodoh, memang sebuah problem, tetapi perlu disadari bahwa segala problem pasti memiliki jalan keluar dan bahwa seorang muslim atau muslimah tidak patut berputus asa dari rahmat Allah. Sebagaimana setiap problem pasti memiliki pemicunya, cobalah, sebelum mencari jalan keluarnya, untuk mencari sebab pemicunya, karena dari sinilah problem tersebut lahir, kalau pemicunya tidak ada, maka problemnya juga tidak ada bukan?

Banyak sebab seseorang sulit jodoh, bisa dari diri Anda sendiri, misalnya Anda sangat selektif, pilih-pilih, banyak kriteria, harus ini, harus itu dan seabrek syarat lainnya, Anda ingin meraih pasangan yang sempurna atau mendekati sempurna, akibatnya calon dengan kriteria yang Anda patok jarang ditemukan, selanjutnya peluang jodoh pun menyempit dan Anda pun jadi sulit jodoh.

Bisa juga karena faktor keluarga yang belum kunjung menyetujui dengan berbagai alasan, misalnya harus membantu keluarga dulu, harus menyekolahkan adik-adik, harus menunggu kakak yang belum laku dan sebagainya, sehingga hal itu memperlambat hadirnya pasangan bagi Anda.

Bisa juga kembali kepada fisik, jujur kita harus mengakui, secara umum masyarakat, anak-anak muda, para gadis dan para pemuda, masih menjadikan kecantikan dan ketampanan sebagai standar utama, padahal mungkin menurut Anda, kecantikan atau ketampanan tidak berpihak kepada Anda.

Bisa juga kembali kepada faktor kemapanan alias kekayaan, bila seseorang, lebih-lebih anak muda, sudah terlihat mapan, pekerjaannya menjanjikan duit gede, kantongnya tebal, ditunjang dengan kendaraan dan lainnya, maka daya jualnya semakin tinggi, peluang jodohnya lebar. Kepintaran juga bisa menjadi sebab dalam masalah ini, karena dalam batas-batas tertentu bisa dimaklumi, yang namanya bodoh tidak disukai oleh banyak orang.

Sekarang, cobalah menengok kepada diri Anda, barang kali salah satu sebab di atas ada pada diri Anda, bila ada, maka cobalah untuk mengatasinya terlebih dulu, karena sumber api harus dipadamkan bila Anda ingin api itu mati, jendela harus ditutup rapat bila Anda tidak ingin angin itu masuk.

Bila Anda terlalu selektif, pilih-pilih, maka cobalah ngalah sedikit, menurunkan standar, jangan tinggi-tinggi-lah, biar peluangnya terbuka lebih lebar, bukankah Agama mengajarkan untuk mengedepankan agama dibandingkan dengan kriteria lainnya? Ini satu sisi. Sisi lainnya, bila Anda mematok kriteria tinggi, maka cobalah untuk ngaca, melihat diri sendiri, pantaskah Anda menuntut kriteria itu? Dalam arti apakah Anda juga selevel? Kalau Anda menuntut kecantikan atau ketampanan, sementara Anda miskin di bidang kecantikan atau ketampanan, bukankah dengan itu Anda memposisikan diri sebagai pangeran kodok yang ingin mempersunting putri raja? Tahu diri sedikit lah.

Bila kendalanya adalah keluarga, maka atasilah kendala ini, coba berbicara kepada mereka, berusaha meyakinkan mereka, dan secara umum Anda lebih tahu situasi dan keadaan keluarga Anda, maka mestinya Anda lebih tahu bagaimana cara menghadapinya.

Untuk kendala penampilan, kurang cantik atau kurang tampan, maka tidak perlu berkecil hati, karena tidak semua orang berpandangan demikian, di samping itu kecantikan atau ketampanan adalah relatif, percaya diri saja, tidak perlu berkecil hati karena ini, karena masing-masing telah diberi kadar oleh Allah dan itulah yang terbaik, tidak ada salahnya bila Anda berupaya menutup ‘kekurangan’ di sisi ini dengan kelebihan di sisi lain, boleh jadi penampilan Anda kurang menarik, tetapi ketika misalnya Anda pandai, pintar atau memiliki sisi lain yang positif, tentu kekurangan tersebut akan tertutpi bukan?

Bila kendalanya adalah kemapanan, maka percayalah bahwa rizki ada di tangan Allah, Anda cukup berusaha semaksimal mungkin sebatas yang Anda mampu, selebihnya biar Allah yang mengatur, siapa tahu Allah menggantungkan kelapangan rizki Anda dengan menikah? Tidak sedikit orang yang rizkinya sempit sebelum menikah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya begitu dia menikah. Intinya tiada masalah yang tidak ada solusinya, termasuk masalah di mana jodoh Anda? Wallahu a’lam. 

Kang Yusuf, Gimana nih saya belum mampu menikah?

it's an information blog

Waduh, terenyuh juga saya mendapati keluhan seperti itu, teringat saya dulu saat menikah masih berusia 19tahun, duh duh duh...ternyata usia semuda ini (ceileeee ngakunya masih muda cing saat urusan beginian mah), saya sudah memiliki 6 anak, terbayang usia anak-anak lelaki saya Iram, Albany, Mr. J dan Mr Bi-O nanti 20tahun, kalo jalan sama saya kayak adek - abang kali ya... hehe...


Nah sobat Herbacenter Subang, berikut ini saya akan bagikan tips ya untuk yang mempunyai keluh kesah seperti diatas, hmmm sebenernya sih kesimpulannya mah ga ribet-ribet amat (si Amat aja ga ribet kok), karena pada intinya, usahalah dan menikahlah, karena urusan rizki itu Allah yang jamin kok, dan percayalah, sengsara menikah lebih baik dari sengsara lajangiyyun karena engga ada temen berbagi..hehe...   


Islam menjadikan pernikahan sebagai salah satu prinsip kehidupan dan bagian dari syariatnya. Barangsiapa berpaling dari pernikahan dan meninggalkannya tanpa alasan maka dia meninggalkan bagian dari agama, oleh karena itu Rasulullah mengajak anak-anak muda menikah, “Wahai para pemuda, barangsiapa dari kalian mampu memberi nafkah maka hendaknya dia menikah karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena ia adalah kendali baginya.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. 

Rasulullah dalam hadits di atas menetapkan tujuan agama dari pernikahan. Pertama: Membuat manusia menundukkan pandangan sehingga mereka tidak melihat kepada yang haram. Kedua: Menikah adalah sarana untuk menjaga manusia sehingga tidak terjerumus ke dalam zina. 

Hanya saja walaupun Islam mendorong menikah, hal tersebut tidak berarti secara mutlak, akan tetapi ia terkait dengan syarat adanya kemungkinan-kemungkinan untuk menunaikan tanggung jawab pernikahan, dan Rasulullah mengungkapkan kemungkinan ini dengan al-ba`ah yakni kadar cukup untuk menunaikan tanggung jawab pernikahan. 

Barangsiapa belum memiliki kadar cukup ini maka secara syar'i dia tidak dituntut untuk menikah dan tidak dipersalahkan jika dia meninggalkannya, bahkan maju ke medan pernikahan tanpa terpenuhinya syarat-syaratnya tidak boleh, pernikahan orang-orang yang belum memiliki kadar cukup bisa menimbulkan persoalan-persoalan sosial, mereka tidak hanya merugikan diri mereka saja akan tetapi merugikan anak-anak mereka, masyarakat dan isti mereka, sering kita melihat anak orang-orang tersebut terbuang di jalan-jalan tidak memiliki tempat tinggal dan tidak mendapatkan makan, akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. 

Dalam kondisi ini Islam memerintahkan mereka untuk menahan diri dengan tidak menikah. Firman Allah Taala, “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya.” (An-Nur: 33). 

Muncul persoalan pada saat tidak adanya harta untuk membiayai pernikahan, apa yang dilakukan para pemuda yang berada di puncak kepemudaannya di mana dorongan jiwa muda sedemikain menggelora? Padahal sebelumnya telah kita katakan bahwa tidak terpenuhinya dorongan ini merugikannya. Jika kita menghalang-halanginya memenuhi dorongan ini maka dia harus berjuang ekstra menahan diri dan ini membahayakannya. Jika diizinkan tanpa menikah maka ia dilarang dalam Islam. Kita kembali kepada Islam bagaimana ia mengatasi persoalan ini, kita lihat bahwa Islam mengatasinya dengan empat cara: 

Pertama: Berpuasa. Ia meringankan tekanan syahwat dan melemahkan dorongannya, terkadang selama berpuasa dorongan ini hilang, dengan itu tidak ada lagi persoalan karena persoalan terjadi pada saat seseorang ingin mendapatkan suatu tujuan lalu di hadapannya berdiri penghalang di mana dia tidak kuasa menghilangkannya, dengan itu tidak terjadi pergolakan jiwa apapun pada dirinya. ini dari satu sisi, dari sisi lain puasa memiliki isyarat pada diri karena orang yang berpuasa merasa bahwa dirinya beribadah kepada Allah dan mencari ridha penciptaNya bahwa Allah mengatur untuknya apa yang mewujudkan keinginannya kalaupun dia tidak menikah di dunia ini, dia tetap akan menikmati di akhirat apa yang lebih baik dan lebih kekal selama seseorang yakin bahwa persoalannya akan teratasi cepat atau lambat maka hal itu tidak memicu penyakit kejiwaan dengan itu puasa mengatasi persoalan dari sisi fisik dan kejiwaan sekaligus. 

Cara kedua: Menahan dan menjaga diri yaitu menahan diri dari perbuatan zina demi melindungi kemuliaan jiwa, menjauh dari keinginan-keinginan syahwat rendah dan menyintai keluhuran. Para ahli jiwa berkata, tidak dipenuhinya dorongan seksual karena takut kepada undang-undang menyebabkan persoalan kejiwaan, berbeda jika hal itu disebabkan oleh pandangan kepada zina bahwa ia merupakan perkara buruk yang tidak patut dilakukan dan bahwa ia membahayakan kesehatan, maka dalam kondisi ini tidak berdampak negatif sebab ia bukan sebuah problem kejiwaan. 

Para ahli ilmu jiwa telah berbicara tentang pengaruh menahan diri dalam kehidupan seseorang. Jika kekuatan seksual tersebut digunakan dalam kebaikan maka ia akan memberi hasil yang besar di medan ilmu, adab dan kemajuan dalam ilmu pengetahuan. 

Islam menjunjung tinggi perkara menahan dan menjaga diri, di mana ia menyifati zina dengan perbuatan keji, firman Allah, “Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).” (An-Nisa`: 22). Islam menyatakan bahwa zina merupakan perkara dan perbuatan buruk, Islam menjauhkan kemanusiaan darinya dan mendorongnya agar menahan diri dari nafsu ini. 

Cara ketiga: Islam memerintahkan para wali agar memudahkan urusan pernikahan anak-anak mereka jika mereka miskin dan tidak mampu memberi nafkah, firman Allah, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Mahaluas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32). 

Rasulullah bersabda, “Jika orang yang kamu ridhai agama dan akhlaknya melamar kepadamu maka nikahkanlah dia.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi . 

Para fuqaha berkata, jika para wali tidak membantu anak-anak muda yang tidak berharta maka baitul mal yang membayar dan menikahkan mereka karena menikah sebagaimana kami katakan adalah kebutuhan pribadi dan masyarakat, tidak patut dilalaikan. 

Masyarakat muslim harus membantu orang-orang miskin baik dengan memberi atau membuka lapangan pekerjaan untuk mereka sehingga mereka tidak hidup tanpa menikah dan hal itu memicu mewabahnya zina dan otomatis penyakit. 

Sebagaimana menikah adalah keharusan sosial, ia juga salah satu kewajiban masyarakat kepada anggota-anggotanya. 

Cara keempat: Hendaknya seseorang mengeluarkan segala daya dan kemampuannya untuk mendapatkan rizki yang halal, dengannya dia bisa memikul nafkah pernikahan. Barangsiapa berusaha dengan sungguh-sungguh niscaya dia mendapatkan walaupun terlambat. Seseorang mesti bekerja agar bisa memberi dan tidak menerima, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. 

Kemudian tertundanya pernikahan dan perasaan seseorang bahwa hubungan yang tidak syar'i adalah haram mendorongnya bersungguh-sungguh dan serius menyiapkan kehidupan mulia, di dalamnya dia bisa mendapatkan kenikmatan kehidupan rumah tangga yang mulia. 

Begitulah kita melihat Islam tidak menyediakan satu solusi bagi problematika akan tetapi beberapa solusi agar masing-masing pribadi mengambil apa yang menurutnya sesuai dan cocok dengan keadaan dan kondisinya. 


Saran saya:
Jika anda mempunyai sedikit tabungan, maka coba sampaikanlah kepada camer, berterus teranglah anda punya budget sekian dan sekian, dengan berterus terang maka itu jauh lebih baik, dan camer yang baik pasti akan mengerti, lah kalo terus di manyunin camer kang? Ihhh cuek aja lagi udah HALAL ini kok, dengan anda menunjukkan akhlaq yang baik, insya Allah seiring waktu akan berubah kok .. yakin deh .. Insya Allah ... Dan Allah pemberi taufik. 

Sabtu, 07 Januari 2012

Masih Takutkah Menikah? Read Me...

it's an information blog

Prinsip kebaikan adalah hendaknya ia disegerakan, masalahnya menikah itu kebaikan bukan? Saya yakin tidak ada perdebatan dalam hal ini, bahwa menikah merupakan kebaikan, karena prinsip kebaikan adalah menyegerakannya, maka menikah pun patut disegerakan, bukan diundur-undur alias ditunda-tunda lebih-lebih diemohi dan akhirnya memilih menjadi bujang atau perawan abadi. 

Faktor persiapan biasanya menjadi alasan, belum siap mental, belum siap ilmu, belum siap meteri dan belum siap lain-lainnya. Kalau mau jujur, di antara alasan belum siap tersebut, saya yakin ada yang beralasan, maksud saya memang demikian, namun tidak jarang mengada-ada, menjadikan alasan belum siap sebagai tameng untuk menyembunyikan ketakutan terhadap kebaikan ini, saya heran kok ada orang yang takut kepada kebaikan? Lebih heran lagi kepada kesenangan dan kenikmatan halal macam menikah? 

Bahwa materi secara umum menjadi alasan utama, ia ibarat hantu yang menakut-nakuti para pemuda untuk masuk ke gerbang pernikahan. Saya memahami bahwa pernikahan memang menuntut tanggung jawab di mana salah satu yang utama adalah tanggung jawab nafkah. Mulai dari mahar, bea proses pernikahan, walimah,sakan(tempat tinggal) berikut hal-hal lain yang mengikutinya, semua itu harus dipikul sebagai tuntutan kewajiban, namun hal itu tidak mengharuskan Anda takut, mengapa? Anda percaya kan dengan ungkapan, “Di mana ada kemauan di situ ada jalan.” Kalau Anda percaya, maka tinggal tanamkan kemauan pada diri, biarkan Allah yang menemukan jalannya untuk Anda. 

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga orang yang akan ditolong oleh Allah.” Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan salah satunya, “Orang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. 

Itulah janji Allah melalui lisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menolong pemuda yang menikah demi menyelamatkan kehormatan dan agamanya, bagi seorang pemuda beriman hadits ini merupakan motivator untuk meneguhkan langkah, memilih lahan pernikahan sebagai pilihan hidupnya, tentu hal tersebut harus diiringi dengan kebenaran janji Allah, karena kapan sih Allah ingkar janji? Cuma kitanya saja yang kadang-kadang gak percaya. 

Allah akan menolong siapa yang menikah demi menjaga kehormatannya, ini sebuah keyakinan yang patut ditanamkan dalam diri seorang pemuda yang takut menikah, menikah bukan untuk sekedar senang-senang atau mendapatkan harta, tetapi menjaga kehormatan, inilah yang akan ditolong oleh Allah. 

Tapi modal keyakinan tok tidak cukup, perlu persiapan juga. Selain fisik dan mental, ada persiapan mendidik diri memikul tugas sebagai pemimpin dan penanggung jawab dalam keluarga, maka bekerja sekalipun hanya nyukup buat beli beras doang, merupakan keharusan dan selanjutnya serahkan kepada Allah seraya berikhtiar dengan tekun dan rajin, biarlah Dia yang membuka jalannya bagi Anda. Sama dengan masalah jodoh, masalah penghasilan telah diatur olehNya, siapa tahu Anda yang serba cekak uangnya, tiba-tiba setelah menikah uang Anda menjadi panjang? Karena masing-masing orang membawa rizkinya sendiri-sendiri, pemberi rizki kepada istri dan anak Anda bukan Anda kan? 

Wah, bagimana ya? Biasanya kan wanita mencari laki-laki yang rizkinya mapan? Bisa menyurutkan tekad ini. Saya katakan, pede saja, tidak perlu kehilangan pede, karena tidak semua wanita demikian, masih ada peluang, kan setiap orang memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, jadi buat apa ngeper sebelum bertanding? 

Tapi memang harus realistis, berani menerima kenyataan dan tahu diri, bila suatu kali ditolak. Kecewa tentu saja, ah itu sih biasa, manusiawi, tapi tidak sampai patah hati kan? Cari lagi, yakin bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik. Sudah menjadi resiko orang yang meminang, kalau tidak ditolak, ya tidak diterima bukan? Eit, maksud saya diterima

Gaya Hidup Melajang, Nikmatkah?

it's an information blog

Fenomena melajang menggeliat, gaya hidup ini semakin ngetrend, lebih-lebih di kalangan anak-anak muda perkotaan, yang berkantong tipis dari mereka memilih jalan ini karena menganggap bisa meringankan beban hidup, lebih-lebih dalam keadaan ekonomi nasional yang belum menggembirakan, cari kerjaan susah minta ampun, (eh minta ampunnya kepada siapa ya?), harga-harga tidak mau kalah dengan pesawat terbang yang hampir tiap hari naik, susah dan berat. Sebuah kondisi yang ikut menyuburkan kecenderungan kepada gaya hidup yang satu ini. 

“Boro-boro menikah kemudian ngasih makan anak bini, lha hidup sendiri saja sudah susah, hanya cukup buat makan doang. Mendingan sendiri dulu lah, beban bisa ringan.” Begitu kira-kira dalih kelompok kantong tipis ini. Di seberang mereka adalah kelompok berfulus dengan kantong tebal, kelompok tajir, tidak kalah berkilah, “Buat apa buru-buru menikah, harus ngrusi ini dan itu, memperhatikan istri dan anak-anak, ribet ahh, mendingan enjoy dulu lha, masalah pasangan kan gak kudu menikah.” 

Tentu dalih di atas adalah dalih dari orang-orang yang belum tersentuh dakwah dengan benar, belum beriltizam kepada syariat dengan teguh, karena bila sebaliknya maka seseorang akan merasakan betapa beratnya memilih cara hidup melajang, dari mana beratnya? Ya dari sisi godaan dan fitnah lawan jenis. Anda masih normalkan? Lebih-lebih di negeri ini, negeri yang laki-laki dan perempuannya campur baur alias ikhtilath di segala lini kehidupan, di ladang pekerjaan, di fasilitas-fasilitas umum, semuanya tersedia laki-laki dengan wanita tanpa pemisah, seorang muslim mau dan tidak mau harus, demikian pula seorang muslimah, bila iman tidak kuat maka urusannya jadi nambah dosa melulu, ia nggak? Kapan ya syariat di negeri ini diterapkan sehingga ada aturan pembagian pekerjaan sesuai dengan kaidah-kaidah syar’i dan selanjutnya ada pemisahan antara laki-laki dengan wanita di lapangan? 

Bagi orang yang beriman kesendirian bisa menggerogoti iman dan menipiskannya, lebih-lebih bila yang bersangkutan berada di dunia yang isinya kaum hawa melulu, bila tak pandai-pandai menjaga jendela dunia yaitu pandangan mata maka dalam sekejap bisa terjebak ke dalam kubangan dosa. Anda sebagai laki-laki, keluar rumah untuk suatu hajat, Anda tersuguhi oleh pemandangan yang tidak syar’i namun sulit untuk menghindari, berpaling dari satu arah, kena di arah yang lain, serba salah jadinya, apa harus merem alias memejamkan mata ya? 

Dari sisi syar’i ini membujang atau melajang berbahaya dan beresiko, maka tidak ada jalan lain selain meninggalkannya dan mengambil jalan lain yaitu menikah bila kemampuan sudah ada, menikah meminimalkan fitnah dan menjaga diri dari godaan setan yang terkutuk. Disayangkan bila kita berupaya menjadi orang baik, lalu kebaikan tersebut tergerus hanya karena benteng diri lewat pernikahan tidak kita miliki. 

Sebagian orang yang jahil dan belum paham benar agama memandang salah terhadap pernikahan. Pernikahan yang memiliki target luhur dan mulia dianggap hanyalah kesepakatan di antara manusia, bukan syariat Ilahi Tuhan penguasa alam raya, anggapan bahwa menikah hanyalah mubah, sehingga sah-sah saja bila tidak menikah. Padahal dalam tatanan syariat Ilahi Rabbi, menikah adalah mitsaqan ghalizhah, akad agung yang menyatukan antara bani Adam dengan binti Hawa dalam sebuah hubungan suci, tanggung jawab dan membahagiakan. 

Sebagian orang jahil masih beranggapan bahwa menikah hanya pengekangan terhadap kebebasan pergaulan, hanya sebatas pelampiasan nafsu belaka dengan kedok akad, intinya menikah bukan sesuatu yang menguntungkan, atau paling tidak lebih banyak nomboknya atau ruginya. 

Sebuah anggapan keliru yang patut diluruskan, anggapan yang tertolak oleh kenyataan dan fakta lapangan, okelah saya mengalah kepada mereka, anggap menikah merugikan, namun apa iya manusia dalam jumlah yang sangat banyak dan menjalani hidupnya dengan menikah merasa rugi? Tanyakan kepada mereka, ternyata jawabannya sebaliknya, “Rugi kamu tidak segera menikah.” Itu jawabannya, atau tidak usah mencari jawaban, karena pilihan menikah itu sendiri sudah merupakan jawaban yang membuktikan bahwa menikah itu menguntungkan dan menyelamatkan. 

Saya bertanya kepada orang-orang yang memilih membujang, ke mana Anda menyalurkan hasrat? Hanya ada satu cara selain menikah, berzina. Naudzubillah, dan sepertinya demikian. Sebuah perbuatan keji dan jalan buruk yang dimurkai Rabbil alamin. 

Saya tidak memungkiri ada di antara anak-anak muda yang membujang karena terpaksa. Terpaksa karena niatan menikah ada bahkan kuat, namun himpitan kondisi sekitar belum memungkinkannya menikah. Mengurus bapak atau ibu yang sakit-sakitan, belum ketemu jodoh, membiayai adik-adik yang berjumlah banyak dan alasan-alasan lain yang tidak mengada-ada. Bisa dimaklumi dan tidak terkesan mengada-ada demi mencari kesenangan hidup yang bebas, namun harus tetap berusaha untuk menunaikan sunnah Ilahiyah yang mulia ini. Kepada mereka yang keadaannya demikian, saya doakan semoga bisa mengatasinya dan segera mereguk nikmatnya anggur pernikahan. Wassalam. 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More